Siap-siap bagi Anda yang hendak berkunjung ke Sangeh, maka ada banyak kera yang akan menyapa tanpa sungkan. Siapa yang tidak mengenal salah satu tempat wisata satu ini.
Kawasan Hutan Lindung di Ubud yang dihuni RATUSAN MONYET
Siap-siap bagi Anda yang hendak berkunjung ke Sangeh, maka ada banyak kera yang akan menyapa tanpa sungkan. Siapa yang tidak mengenal salah satu tempat wisata satu ini.
Selain berwisata ke Tanah Lot, Pantai Kuta, Tanjung Benoa, tempat wisata yang tidak boleh ketinggalan untuk dikunjungi adalah Sangeh. Sangeh termasuk kawasan hutan lindung yang memiliki fauna monyet. Monyet-monyet tersebut pun dilindungi sehingga dibiarkan untuk hidup bebas dan liar di hutan tersebut.
Meskipun Sangeh sudah dikenal sejak dulu, namun masih ada saja wisatawan yang merasa kurang ketika berwisata ke Bali sebelum menuju ke Sangeh.
HARGA TIKET MASUK Rp. 20.000 (Asing) dan Rp. 10.000/orang (domestik)
HARGA PARKIR Rp. 5.000/mobil dan Rp. 2.000/Motor
JAM BUKA DARI PAGI MENJELANG PETANG
Daya Tarik Objek Wisata Sangeh Monkey Forest
- Objek wisata Sangeh, merupakan kawasan hutan lindung yang didominasi pohon pala, sehingga bagi pencinta wisata alam, sangeh merupakan tempat yang tepat untuk anda.
- Penataan objek wisata satu ini bisa dibilang sudah bagus dengan tersedianya ruang tunggu dan toilet, jadi memang terawat.
- Tersedianya areal parkir yang luas untuk kendaraan Bus, mobil pribadi dan sepeda motor, jadi yang membawa rombongan tidak usah khawatir tidak kebagian tempat parkir.
- Wisatawan dapat berinteraksi dengan habitat monyet di objek wisata, seperti befoto dan memberi makannya.
- Terdapat pemandu yang berpengalaman di areal kawasan wisata
- Sekitar lokasi terdapat Toko souvenir maupun pasar seni yang menjual berbagai pernak-pernik atau oleh-oleh khas Bali
Wisatawan yang sedang berfoto dengan habit monyet di Sangeh Ubud Bali
Lokasi Objek Wisata
Objek wisata sangeh ini terletak di desa Blakiuh, kecamatan Abiansemal daerah Tingkat II Badung. Dari pusat kota Denpasar berjarak 21 km yang dapat di tempuh kurang lebih sekitar 25 menit.
SEKILAS : Sangeh, Hutan Pohon Pala Dan Habitat Kera
Sebelum turun dari mobil atau kendaraan yang mengantar Anda menuju ke tempat wisata Sangeh, maka sedapat mungkin tidak ada barang yang ikut dibawa keluar.
Bahkan jangan memakai aksesoris yang terlalu mencolok untuk terlihat para kawanan monyet. Jika tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, maka lebih baik masuk ke kawasan hutan lindung Sangeh tanpa barang bawaan. Hal itu dikarenakan monyet-monyet yang ada di sangeh dapat dikatakan sebagai monyet yang aktif dan liar.
Habitat kera di Sangeh Bali
Sebaiknya anda memakai pemandu, jika membawa rombongan keluarga.
Ada kurang lebih tujuh ratus Macaca faciculais atau kera abu-abu yang hidup di Sangeh. Para monyet tidak akan segan mengambil barang milik wisatawan jika baginya menarik. Beberapa monyet mungkin hanya iseng dan akan mengembalikan ketika pemilik barang tersebut memberinya makanan seperti kacang atau pisang. Namun jika tidak, beberapa monyet tidak akan mau mengembalikan barang yang diambilnya.
Pohon Pala yang mendominasi kawasa wisata sangeh
Sangeh adalah hutan yang ditumbuhi oleh pohon Dipterrocarpustrinervis di kawasan seluas empat belas hektar. Pohon bernama latin tersebut adalah sebutan untuk pohon Pala. Pohon-pohon tersebut adalah pohon yang biasa digunakan para monyet bergelantungan dan bermain.
Rombongan Wisatawan Sekolah yang sedang berinteraksi dengan habitat monyet di Sangeh
EKSPLORASI : Yuk Menyelusuri Hutan Sangeh!
Sambutan pertama ketika Anda berkunjung ke Sangeh adalah patung Kumbakarna raksasa yang dikeroyok oleh kawanan kera.
Setelah melewati pintu gerbang, kurang lebih dua ratus meter berjalan, barulah Anda masuk ke kawasan hutan pohon Pala.
Dari awal patung Kumbakarna berada, jika beruntung, sudah ada kera yang terlihat. Kawanan kera semakin banyak Anda jumpai ketika berada di hutan Pala tersebut.
Semakin memasuki kawasan hutan pohon Pala, Anda akan melihat Pura Melanting dan Pura Pucak Sari.
Ketika sudah hampir menyelesaikan perjalanan dari hutan pohon Pala, biasanya wisatawan akan melihat adanya sebuah pohon yang terbilang unik. Yaitu, pohon Lanang Wadon yang dianggap keramat. Pohon tersebut adalah pohon Pala dengan ukuran raksasa dan sudah berusia ratusan tahun.
Kegiatan yang dapat wisatawan lakukan ketika di Sangeh selain berkeliling hutan pohon Pala, juga lainnya.
Jika Anda berani bermain dengan kera, maka ajaklah dengan memancingnya menggunakan kacang atau pisang. Atau Anda juga dapat mengajak seekor atau beberapa kera untuk foto bersama.
Mintalah bantuan pemandu wisata Anda jika kesulitan untuk mengajak foto kera yang menjadi keramat itu. Paling penting juga adalah kapanpun Anda ingin berwisata ke Sangeh, bisa.
Tempat wisata Sangeh dibuka setiap hari sehingga Anda tidak akan kecewa ketika tiba di desa Sangeh hanya karena tutup. Sangeh tetap buka sejak pagi hingga menjelang petang.
TIPS : Jangan lupa baca tips ini jika anda mau berwisata ke Sangeh Monkey Forest Ubud Bali
- Di dalam tempat wisata tedapat beberapa petugas penjaga hutan dan pemandu wisata, jika anda membawa rombongan jangan lupa untuk menggunakan jasa mereka yang selalu siap membantu anda.
- Patuhilah semua peraturan di wilayah ini, seperti tentang cara berpakaian dan larangan mengganggu monyet.
- Berhati-hatilah dengan barang bawaan anda karena beberapa monyet ini cukup nakal untuk mencuri barang bawaan anda atau apapun yang anda kenakan di badan.
- Belilah beberapa kantung kacang di parkir untuk diberikan pada monyet. Monyet-monyet ini akan lebih ramah jika diberi makanan.